Kendati begitu, Airlangga menyebut kawasan ekonomi menjadi instrumen untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8%. Ia menjelaskan luas kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia saat ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Vietnam.

"Kalau kita bandingkan beberapa negara mendorong melalui kawasan ekonomi khusus seperti Vietnam dan Malaysia. Mereka sudah punya kawasan ekonomi khusus dengan luasan 1,8 juta (hektare) sampai 2 juta (hektare) sedangkan kita masih 24 ribu (hektare)," bebernya.

Hingga saat ini, Indonesia tercatat sudah memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Rinciannya, 7 KEK di Pulau Jawa dan 18 KEK di luar Pulau Jawa.