Sri mengatakan, pada awal peluncuran, plafon KUR Perumahan ditetapkan sebesar Rp36 triliun. Namun, seiring dengan capaian penyaluran yang dinilai baik, alokasi plafon tersebut kemudian ditingkatkan menjadi Rp50 triliun tahun ini.

Dari sisi ekosistem perumahan (supply), program tersebut telah memfasilitasi 1.404 pengembang dengan nilai pembiayaan Rp5,4 triliun, 2.038 pedagang bahan bangunan sebesar Rp2,9 triliun, serta 396 kontraktor senilai Rp1,04 triliun. Total pembiayaan untuk ekosistem perumahan ini mencapai sekitar Rp9,3 triliun.

Sementara itu, dari sisi permintaan (demand), KUR Perumahan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan hunian yang berkaitan langsung dengan kegiatan usaha UMKM.