βKalau dihitung di atas kertas, target kita kan hanya 7 emas, 8 perak, 17 perunggu, berdasarkan catatan. Tetapi saya selalu bilang, prestasi itu ditentukan di medan pertandingan, tidak di atas kertas,β ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan atlet dalam menghadapi persaingan di tingkat Asia tidak hanya bergantung pada kemampuan teknik, tetapi juga stamina, strategi, dan mental juara.
Meski demikian, Reda mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi, terutama mengenai kesiapan fisik atlet yang belum mampu meraih hasil maksimal.
Ia menilai masa pemusatan latihan nasional (pelatnas) selama tiga bulan belum cukup untuk membangun kondisi fisik atlet dalam menghadapi persaingan internasional.
βSaya melihat beberapa atlet yang belum mendapatkan medali, ataupun yang baru hanya perunggu, itu kalah lebih banyak karena fisik. Kalau teknik, strategi, mereka sudah bagus-bagus, tetapi kalah di fisik. Karena pelatnasnya cuma tiga bulan,β katanya.
Karena itu, Reda berharap dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet disabilitas dapat terus diperkuat melalui penyelenggaraan pelatnas dengan durasi lebih panjang.