Selain mengemis minta tolong, kata Joko, Abah juga diduga menawarkan Yusron kuliah ke Mesir asalkan bukti-bukti yang telah diperoleh tak dibocorkan ke media.
"Supaya Yusron tidak menyebarluaskan maka dia ditelepon dan ditawarkan untuk kuliah di Mesir," tegasnya.
Selain Yusron, nampaknya Abah juga menelpon salah satu korban inisial Z yang saat ini masih kuliah di Mesir untuk tidak melaporkan apa yang pernah dilakukan tidak dilaporkan ke polisi. Kala itu, Abah mengaku khilaf dan meminta maaf atas perbuatannya.
"Yusron dan Z sama-sama ditelepon Abah," bebernya.
Abah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pengasuh. Keputusan itu diambil agar kegiatan belajar-mengajar di ponpes tetap berjalan normal di tengah polemik yang muncul. Imanuddin juga telah dilaporkan ke polisi atas kasus itu.
"Guna merespons situasi yang saat ini berkembang dan telah menjadi perhatian publik, serta demi menjamin seluruh aktivitas belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal tanpa gangguan, saya mengambil sikap dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepaskan seluruh jabatan yang saya emban di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, maupun di ponpes-ponpes yang lain," katanya saat konferensi pers di salah satu hotel di Mataram, Rabu (23/9/2026) malam.