Para peneliti mengonfirmasi beberapa poin penting terkait uji klinis ini. Kehadiran ginjal babi tidak memicu pembentukan antibodi negatif yang menghambat cangkok ginjal manusia berikutnya.
Selain itu tidak terdeteksi adanya penularan virus atau patogen babi (porcine viruses) di tubuh pasien selama pengamatan. Meski telah mendapat donor ginjal babi, Ginjal manusia yang baru dicangkokkan ke tubuh Andrews berfungsi sangat baik selama enam bulan masa pemantauan pasca-operasi.
Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar, tim dokter mengingatkan bahwa kasus ini masih merupakan uji coba terbatas pada satu pasien. Diperlukan uji klinis lanjutan pada skala yang lebih luas sebelum metode ini diterapkan secara massal.