Selain beras, pemerintah melaporkan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis pada 2026, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Menurutnya keberhasilan tersebut berkat transformasi pertanian yang diperkuat melalui berbagai program Kementerian Pertanian antara lain optimalisasi lahan, perbaikan dan penguatan irigasi, pompanisasi, penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta modernisasi pertanian melalui alat dan mesin pertanian.

Sementara itu, di sisi hilir, peningkatan produksi juga mulai membuka ruang bagi Indonesia untuk kembali memasuki pasar internasional. Pada Agustus 2026, Indonesia melakukan pengiriman perdana 1.000 ton beras ke Malaysia setelah sebelumnya memperkuat pemenuhan kebutuhan beras dalam negeri.

"Capaian tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan antara pemerintah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian," ucapnya.

Karena itu, dia mengapresiasi kiprah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mendorong penguatan sektor pertanian dan kemandirian pangan nasional.

"Saya harap Pak Amran terus berkontribusi, terus berdedikasi, dan juga menjadi inspirator bagi seluruh masyarakat. Semoga Amran-Amran lainnya akan hadir di Indonesia,” tuturnya.

Meski begitu, ia mengingatkan agar penguatan sektor pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga didukung pemerintah daerah dan perguruan tinggi.