Menurut dia, mahasiswa dan peneliti tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan dan penelitian yang baik secara akademik, tetapi juga memahami bagaimana hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor menyambut baik sosialisasi regulasi Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik kepada mahasiswa. Pengetahuan tersebut, kata dia, memperkaya pembelajaran di ruang kuliah dan laboratorium dengan perspektif praktis mengenai standar dan regulasi yang akan dihadapi saat memasuki dunia penelitian, profesi, maupun kewirausahaan.
Ia berharap interaksi langsung dengan BPOM dapat membantu dosen dan peneliti melihat perjalanan hasil penelitian setelah keluar dari laboratorium.
"Riset tidak seharusnya berhenti pada publikasi, laporan penelitian, atau prototipe, tetapi sedapat mungkin dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata," ujarnya.
Rektor menilai kehadiran program BRIDGE yang diarahkan untuk menjembatani inovasi dengan mitra industri dan hilirisasi hasil riset menjadi relevan dengan harapan tersebut.