Selain itu, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk tidak hanya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi peneliti, inovator, dan wirausaha muda. Kekayaan sumber daya alam dan potensi lokal NTB dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan inovasi dan produk bernilai tambah.

Unram berharap pertemuan tersebut menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih berkelanjutan dengan BPOM, khususnya dalam peningkatan kapasitas mahasiswa dan peneliti, literasi regulasi, pendampingan penelitian, pengembangan inovasi, serta hilirisasi hasil riset.

"Kami siap menjadi mitra pemerintah dan BPOM dalam membangun ekosistem inovasi di Nusa Tenggara Barat. Perguruan tinggi memiliki peneliti, mahasiswa, laboratorium, dan berbagai hasil penelitian, sedangkan pemerintah dan regulator memiliki perspektif kebijakan serta kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi dari tindak lanjut yang lahir setelahnya.

""Kami berharap kehadiran BPOM di Universitas Mataram tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang semakin erat. Kami ingin mahasiswa mendapatkan wawasan yang lebih luas, peneliti memperoleh jalan yang lebih jelas menuju hilirisasi, dan hasil inovasi Unram semakin banyak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata rektor.