NADIKABAR.COM — Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof Dr Sukardi mengatakan riset jangan hanya berhenti pada publikasi namun harus dikembangkan menjadi inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Sukardi mengemukakan hal itu dalam sambutan yang dibacakan Wakil Rektor 2 Unram Bidang Kerjasama Dr Sitti Latifah saat memberikan sambutan ceramah umum Kepala Badan POM RI, Prof Dr Taruna Ikrar di kampus setempat, Kamis.

Dia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menjadikan Unram sebagai salah satu lokasi rangkaian kegiatan BPOM di Nusa Tenggara Barat.

Rektor Universitas Mataram mengatakan kehadiran Kepala Badan POM beserta jajaran merupakan kehormatan sekaligus kesempatan berharga bagi civitas akademika untuk berinteraksi langsung dengan BPOM.

"Bagi perguruan tinggi, kegiatan ini penting karena memberikan perspektif bahwa proses pendidikan dan penelitian perlu semakin terkoneksi dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, industri, dan pemerintah," katanya.

Menurut dia, mahasiswa dan peneliti tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan dan penelitian yang baik secara akademik, tetapi juga memahami bagaimana hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rektor menyambut baik sosialisasi regulasi Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik kepada mahasiswa. Pengetahuan tersebut, kata dia, memperkaya pembelajaran di ruang kuliah dan laboratorium dengan perspektif praktis mengenai standar dan regulasi yang akan dihadapi saat memasuki dunia penelitian, profesi, maupun kewirausahaan.

Ia berharap interaksi langsung dengan BPOM dapat membantu dosen dan peneliti melihat perjalanan hasil penelitian setelah keluar dari laboratorium.

"Riset tidak seharusnya berhenti pada publikasi, laporan penelitian, atau prototipe, tetapi sedapat mungkin dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata," ujarnya.

Rektor menilai kehadiran program BRIDGE yang diarahkan untuk menjembatani inovasi dengan mitra industri dan hilirisasi hasil riset menjadi relevan dengan harapan tersebut.

Selain itu, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk tidak hanya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi peneliti, inovator, dan wirausaha muda. Kekayaan sumber daya alam dan potensi lokal NTB dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan inovasi dan produk bernilai tambah.

Unram berharap pertemuan tersebut menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih berkelanjutan dengan BPOM, khususnya dalam peningkatan kapasitas mahasiswa dan peneliti, literasi regulasi, pendampingan penelitian, pengembangan inovasi, serta hilirisasi hasil riset.

"Kami siap menjadi mitra pemerintah dan BPOM dalam membangun ekosistem inovasi di Nusa Tenggara Barat. Perguruan tinggi memiliki peneliti, mahasiswa, laboratorium, dan berbagai hasil penelitian, sedangkan pemerintah dan regulator memiliki perspektif kebijakan serta kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi dari tindak lanjut yang lahir setelahnya.

""Kami berharap kehadiran BPOM di Universitas Mataram tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang semakin erat. Kami ingin mahasiswa mendapatkan wawasan yang lebih luas, peneliti memperoleh jalan yang lebih jelas menuju hilirisasi, dan hasil inovasi Unram semakin banyak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata rektor.