NADIKABAR.COM — Pelajar SMP berusia 14 tahun bernama Syaif Hidayat (14) tewas dipukul balok di Jalan Gerilya Timur, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan pada Sabtu (5/9). Korban sempat ditemukan dan tergeletak di depan rumah dengan kondisi menggigil seperti kejang.

"Posisinya terkapar itu sudah terlentang, menggigil sambil kayak kejang. Sempat muntah di situ, kata tetangga mabuk kayaknya," ungkap ayah Syaif, Setyo Agung Prihatno, saat proses ekshumasi makam anaknya di TPU Kembaran Banyumas, Rabu (9/9/2026).

Syaif, yang masih duduk di kelas 3 SMP, diketahui keluar rumah pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Setyo mengaku dipamiti oleh Syaif.

"Saya tahunya jam setengah dua pagi dia masih makan di rumah. Habis main, pulang masukin motor terus makan. Jam setengah dua pagi itu minta uang, saya nggak punya uang. Akhirnya pamitan keluar," katanya.

Setyo sempat menanyakan tujuan anaknya karena hari sudah larut. Namun Syaif menjawab hendak bermain. Saat Setyo hendak tidur sekitar pukul 02.00 WIB, putranya masih terlihat berada di depan rumah.

"Saya pas mau tidur jam dua itu, anak saya masih di depan rumah. Pikiran saya ya paling nggak jauh. Karena kadang kalau main cuma tongkrongan di depan rumah atau paling pertigaan dekat rumah," ujarnya.

Beberapa waktu kemudian, seorang tetangga membangunkan Setyo. Syaif ditemukan sudah tergeletak di depan rumah dalam kondisi terlentang. Tubuhnya menggigil dan seperti mengalami kejang.

Syaif kemudian dibawa masuk ke rumah. Setyo melepas pakaian anaknya yang dalam kondisi basah dan menyelimutinya. Setelah beberapa saat, kondisi menggigil Syaif mulai mereda.

Namun Setyo merasa ada yang janggal. Ia mencium aroma mulut anaknya untuk memastikan apakah benar mengonsumsi minuman keras. Namun tidak tercium bau alkohol.

"Saya cium aroma mulutnya, nggak bau minuman. Terus saya kepikiran HP-nya dia. Saya cari tidak ada, ternyata itu di dalam saku kolor. Itu ketahuan pas mau dimandiin," tuturnya.

Setyo kemudian mencari informasi kepada teman-teman anaknya. Ia mendapat informasi bahwa Syaif disebut mengonsumsi minuman keras. Namun karena tidak mencium bau alkohol, Setyo justru menduga putranya mungkin mengonsumsi obat tertentu.

"Saya menduga anak saya mungkin mengonsumsi obat. Perkiraan saya mau saya bawa ke rumah sakit, kalau habis minum-minum kan nggak langsung ditangani. Terus saya mikirnya pergi beli kelapa muda buat netralisir obat itu," katanya.