Dalam perjalanan pulang, Syaif juga disebut sempat berhenti di suatu tempat karena mengeluhkan sakit kepala yang sangat berat.

"Nah, teman anak saya itu tidak ngomong," imbuhnya.

Setyo juga mendapat informasi bahwa teman yang membonceng Syaif mengalami luka di bagian pipi. Kepada keluarga, temannya mengaku terkena lemparan batu saat melintas di sebuah perempatan.

Setyo sempat menduga kejadian tersebut berkaitan dengan tawuran. Namun informasi yang diterimanya belum memastikan hal tersebut.

"Teman anak saya yang bonceng juga terluka di bagian pipi. Informasinya dia terkena lemparan batu saat melintas di perempatan. Tapi nggak tahu perempatan mana. Saya ngiranya tawuran, tapi ternyata ngomongnya tidak," ujarnya.

Kini polisi tengah menyelidiki kematian Syaif. Polisi telah melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban untuk dilanjutkan dengan autopsi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, termasuk memastikan apakah luka pada kepala berkaitan dengan dugaan kekerasan.

Setyo mengatakan keluarga akhirnya mengizinkan proses autopsi meski awalnya merasa berat.

"Sudah. Tadinya sih nggak tega, tapi itu prosedur hukum. Katanya mau nggak mau ya saya ikhlasin," katanya.

Diberitakan sebelumnya, polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam terhadap jenazah pelajar inisial SH (14) di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Banyumas. Kematian SH diduga akibat dipukul balok kayu oleh pria inisial RM yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Kegiatan (ekshumasi) ini bermaksud untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban yang diduga menjadi korban kekerasan pada Sabtu dini hari. Saat ini perkara tersebut sedang ditangani oleh Polresta Banyumas," kata Kasatres PPA-PPO Polresta Banyumas AKBP Sitowati saat ditemui di area makam, Rabu (9/9).

Sitowati mengatakan, ekshumasi akan dilanjutkan dengan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menduga korban mengalami tindak kekerasan.