Mulyono menuturkan awalnya pelaku mengajak anak korban untuk ikut mengambil uang di celengan tersebut. Selanjutnya, pelaku berulang kali mengambil uang seorang diri ketika rumah korban dalam keadaan kosong.

"Awalnya si pelaku ini ngajak anak korban untuk ikut ambil itu uang. Setelah mengambil pertama kemudian mengambil lagi yang kedua dan seterusnya, dilakukan seorang diri saat rumah korban sedang kosong, karena temannya yang merupakan anak korban sedang ke sekolah," terangnya.

Aksi pencurian tersebut baru diketahui korban ketika hendak mengecek jumlah uang yang selama ini ditabung lantaran hendak membeli mobil. Uang tersebut ditabung dalam tangki sprayer yang sudah tidak digunakan sebagaimana fungsinya.

"Diketahui kalau hilang (uang) nanti pada saat korban mau mengecek uangnya apa sudah banyak atau belum karena rencana mau beli mobil. Ternyata tinggal sedikit saat dibuka, padahal korban memperkirakan uang yang ditabungnya telah mencapai serratus juta," beber Mulyono.