Dokter Murti mengemukakan perlunya mengenali tanda kekurangan zat besi pada remaja putri sejak dini.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, kekurangan zat besi adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk memproduksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala defisiensi besi bisa berupa kelelahan dan kelemahan, kulit dan bagian bawah mata tampak pucat, denyut jantung cepat atau tidak teratur, kesulitan berkonsentrasi, nyeri kepala, rambut rontok, dan kuku rapuh.

Dokter Murti menyampaikan pula bahwa defisiensi besi dapat terjadi sebelum kadar hemoglobin (Hb) turun sehingga menyebabkan anemia.

Dalam kondisi yang demikian, anak perempuan atau remaja bisa terlihat sehat dan aktif meskipun cadangan zat besi dalam tubuhnya menurun.

Dokter Murti menyampaikan, rekomendasi terbaru dari American Academy of Pediatrics (AAP) dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam upaya untuk mendeteksi tanda defisiensi besi para remaja putri.