AAP merekomendasikan skrining pada seluruh remaja putri setelah menstruasi pertama atau maksimal pada usia 14 tahun.
Pemeriksaan yang direkomendasikan, menurut dr. Murti, mencakup pemeriksaan kadar Hb serta pemeriksaan serum feritin untuk mengetahui status cadangan zat besi.
Ia menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini dapat membantu menekan kejadian defisiensi besi pada remaja putri.
Jika tidak ditangani, kekurangan zat besi di antaranya bisa menyebabkan anemia defisiensi besi parah, masalah perkembangan kognitif dan fisik pada remaja, serta penurunan kekebalan tubuh.
Selain itu, defisiensi besi pada remaja putri bisa berlanjut sampai usia dewasa serta menimbulkan risiko kesehatan pada masa kehamilan dan mempengaruhi kesehatan anak yang dilahirkan.