Berdasarkan data Bank Indonesia, kontribusi remitansi pekerja migran menyumbang hingga 11 persen dari total cadangan devisa nasional.

Ia mengkalkulasi bahwa dengan efek ganda (multiplier effect) sebesar dua kali lipat saja, arus uang dari remitansi tersebut menciptakan pergerakan ekonomi nasional hingga hampir Rp600 triliun per tahun.

"Uang yang beredar di masyarakat tidak hanya dari government spending APBN/APBD, atau investasi. Remitansi yang dikirim pekerja migran langsung masuk ke keluarga di desa-desa, memperkuat ekonomi keluarga, dan menggerakkan ekonomi daerah asal," ujarnya menjelaskan.