Tanggal 3 Desember diduga merujuk pada jadwal eksekusi mati Hasan. Sejauh ini, Pentagon belum mengumumkan secara resmi waktu pelaksanaan eksekusi mati tersebut.
Eksekusi mati oleh militer AS terakhir kali dilakukan pada tahun 1961 silam, ketika John Bennett dihukum gantung atas pemerkosaan dan percobaan pembunuhan. Menurut kelompok HAM Amnesty International, setidaknya 17 eksekusi mati di depan publik tercatat telah dilakukan sepanjang tahun lalu. Enam eksekusi mati di depan publik di antaranya dilakukan di Afghanistan, dan 11 eksekusi mati serupa lainnya dilaksanakan di Iran.
Hasan dijatuhi hukuman mati oleh dewan juri pengadilan militer AS pada tahun 2013, karena melakukan serangan penembakan massal yang terinspirasi Al-Qaeda. Dia menewaskan 13 orang, termasuk 12 tentara aktif, dan melukai 30 tentara lainnya. Hasan mengalami lumpuh sebagian setelah ditembak oleh seorang polisi sipil yang dikerahkan ke lokasi usai penembakan terjadi.
Sementara, Trump mengatakan belum ada keputusan mengenai apakah eksekusi terhadap Hasan akan disiarkan secara terbuka. Namun, dia menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan hukuman mati menggunakan regu tembak.
"Mereka sedang mengambil keputusan mengenai hal itu, tetapi dia akan dihukum mati," kata Trump terkait rencana menyiarkan secara langsung eksekusi Nidal Hasan dengan regu tembak yang dijadwalkan pada 3 Desember.
"Saya sebenarnya tidak peduli bagaimana caranya dia mati, asalkan dia mati," ujarnya.
Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham mengecam rencana AS menyiarkan langsung eksekusi mati Nidal Hasan. Burnham menyebut rencana AS itu sebagai tindakan yang menjijikkan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan eksekusi terbuka di AS, Burnham mengatakan kepada siniar atau podcast The Rest is Politics yang dijadwalkan rilis, Senin (12/10): "Saya tidak akan pernah mendukung hal itu."
Dia mengaku tak ingin melihat hal tersebut. Dia menyebut rencana live streaming eksekusi mati hal menjijikkan. "Itu adalah sesuatu yang tidak ingin saya lihat terjadi di mana pun di dunia ini," ujarnya.
"Menurut saya, hal itu sangat menjijikkan dalam banyak hal," tambahnya.