NADIKABAR.COM — Pemerintah Kanada, Jumat (16/10) memperingatkan bahwa produsen baja Amerika Serikat, Cleveland-Cliffs, dapat dipaksa menjual asetnya di Kanada menyusul rencana perusahaan tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 500 pekerja di Stelco.

Menteri Perindustrian Kanada Melanie Joly mengatakan perusahaan itu harus memenuhi komitmen ketenagakerjaan yang dibuat ketika mengakuisisi produsen baja yang berbasis di Ontario tersebut pada 2024.

“Mereka harus mempertahankan lapangan kerja di Kanada atau menghadapi kemungkinan harus menjual aset mereka di Kanada,” kata Joly dalam pidatonya di Canadian Club di Toronto.

Pernyataan tersebut menyusul peringatan sebelumnya bahwa pemerintah Kanada dapat menempuh jalur hukum terkait rencana PHK tersebut.

“Kami telah merekrut pengacara terbaik di kota ini pada akhir pekan,” kata Joly kepada wartawan setelah menyampaikan pidatonya.

Pemerintah Kanada menyatakan Cleveland-Cliffs telah berkomitmen untuk mempertahankan lapangan kerja di perusahaan produsen baja, Stelco sebagai salah satu syarat persetujuan akuisisi perusahaan tersebut berdasarkan Undang-Undang Investasi Kanada pada 2024.

Direktur Utama Cleveland-Cliffs Lourenco Goncalves mengkritik respons pemerintah Kanada dalam wawancara dengan BNN Bloomberg, Kamis.

Goncalves menuduh pemerintah Kanada menggunakan taktik “intimidasi dan pelecehan” terhadap perusahaannya.

Ia mengatakan PHK yang direncanakan hanya bersifat sementara. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan akibat tarif yang diberlakukan terhadap Kanada oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Joly membela sikap pemerintah Kanada dengan mengatakan bahwa Ottawa berupaya melindungi pekerja Kanada dan memastikan investor asing memenuhi komitmen mereka.

“Kami ingin menyampaikan pesan kepada perusahaan asing bahwa kami tentu terbuka untuk bisnis. Namun, jika Anda datang dan berinvestasi di negara kami, Anda harus memenuhi komitmen Anda,” katanya.

Penerjemah: Primayanti