Dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya,dan Ia telah mempercayakan berita perdamaian itu kepada kami.

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatkannya kembali." (Mat. 18:15)

Sering kali ketika kita dituduh dan dikritik, reaksi kita adalah membela diri dengan amarah karena ingin membuktikan bahwa kita yang benar. Namun, hari ini melalui Injil Mat. 18:15 Yesus mengajarkan suatu cara seni menegur yang berbeda, yaitu menegur dan menyelesaikan kesalahpahaman secara 'empat mata'.

Yesus ingin kita menjaga martabat dan nama baik saudara kita. Teguran bukan ajang penghakiman dan bukan juga suatu kesombongan rohani yang merasa diri lebih suci, tetapi suatu ibadah yang menyelamatkan, merangkul bukan mempermalukan.