Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Luk 4:21)
Yesus menyatakan bahwa keselamatan yang dijanjikan Allah kini hadir melalui diri-Nya. Namun, orang-orang pada masa itu mengharapkan keselamatan yang bersifat lahiriah"bebas dari penderitaan, penjajahan, atau kesulitan hidup.
Kenyataannya, keselamatan yang dibawa Yesus jauh lebih dalam. Ia tidak datang terutama untuk mengubah keadaan luar, melainkan untuk memperbarui hati manusia.
Ia menyembuhkan luka batin, mengampuni dosa, dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Inilah keselamatan rohaniah yang bersifat kekal.
Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering berharap Tuhan segera menyelesaikan masalah kita: persoalan ekonomi, relasi, atau masa depan. Harapan itu tidak salah. Namun, Yesus terlebih dahulu ingin mengubah hati kita"agar kita memiliki damai, pengharapan, dan iman, bahkan di tengah situasi yang belum berubah.
Sabda hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa keselamatan sejati sudah hadir dan sedang bekerja dalam hidup kita, terutama ketika kita membuka hati kepada Tuhan.
Keselamatan itu bukan sekadar bebas dari masalah, tetapi hidup baru yang dekat dengan Allah dan penuh makna.
Sumber: Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"Oleh: Sr. M. Odilia, P.Karm
Itulah renungan harian Katolik Senin, 31 Agustus 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!