NADIKABAR.COM — Renungan Harian Katolik dapat menjadi salah satu sarana untuk mengawali hari dengan doa dan refleksi. Melalui bacaan Kitab Suci, umat diajak meluangkan waktu sejenak untuk mendengarkan sabda Tuhan dan melihat kembali perjalanan hidup yang telah dijalani.

Pada Senin, 31 Agustus 2026, umat Katolik dapat mengikuti renungan harian yang dilengkapi dengan bacaan Kitab Suci, mazmur tanggapan, serta doa. Rangkaian tersebut dapat menjadi bahan permenungan untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan iman dan pengharapan.

Nah, bagi pembaca yang ingin membaca renungan harian lengkap Senin, 31 Agustus 2026. Yuk, simak!

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, tim redaksi lain:

Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.

Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di tim redaksi kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.

Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,

supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"

Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!"

Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Luk 4:21)

Yesus menyatakan bahwa keselamatan yang dijanjikan Allah kini hadir melalui diri-Nya. Namun, orang-orang pada masa itu mengharapkan keselamatan yang bersifat lahiriah"bebas dari penderitaan, penjajahan, atau kesulitan hidup.

Kenyataannya, keselamatan yang dibawa Yesus jauh lebih dalam. Ia tidak datang terutama untuk mengubah keadaan luar, melainkan untuk memperbarui hati manusia.

Ia menyembuhkan luka batin, mengampuni dosa, dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Inilah keselamatan rohaniah yang bersifat kekal.

Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering berharap Tuhan segera menyelesaikan masalah kita: persoalan ekonomi, relasi, atau masa depan. Harapan itu tidak salah. Namun, Yesus terlebih dahulu ingin mengubah hati kita"agar kita memiliki damai, pengharapan, dan iman, bahkan di tengah situasi yang belum berubah.

Sabda hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa keselamatan sejati sudah hadir dan sedang bekerja dalam hidup kita, terutama ketika kita membuka hati kepada Tuhan.

Keselamatan itu bukan sekadar bebas dari masalah, tetapi hidup baru yang dekat dengan Allah dan penuh makna.

Sumber: Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"Oleh: Sr. M. Odilia, P.Karm

Itulah renungan harian Katolik Senin, 31 Agustus 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!