NADIKABAR.COM — Korea Utara berniat memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama dengan China serta membawanya ke tingkat strategis yang baru saat peresmian jembatan perbatasan Sungai Amnokkang.
Perdana Menteri Kabinet Korea Utara Pak Thae Song menyatakan hal itu pada Kamis (15/10) dalam upacara peresmian jembatan baru yang melintasi Sungai Amnokkang (Sungai Yalu) yang membatasi China dan Korea Utara.
Acara tersebut dihadiri pejabat tinggi kedua negara, termasuk sejumlah duta besar. Setelah prosesi pemotongan pita, iring-iringan kendaraan dari kedua pihak melintasi jembatan tersebut.
"Pemerintah Korut secara konsisten berupaya menempatkan hubungan persahabatan dan kerja sama Korea Utara-China yang berlandaskan sosialisme, gagasan bersama, panji bersama, dan tujuan bersama, pada tingkat strategis yang lebih tinggi, sesuai kepentingan dan keinginan rakyat kedua negara,” kata Pak dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Pak menyatakan keyakinannya atas jembatan baru itu dapat berkontribusi terhadap kemakmuran, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memberikan dorongan tambahan bagi kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan kedua negara.
Sementara itu, Perdana Menteri Dewan Negara China Li Qiang mengatakan China akan terus memberikan dukungan kuat kepada Korea Utara, terlepas dari perubahan situasi internasional.
Li menyampaikan kesiapan Beijing untuk memperkuat kepercayaan politik dan memperluas kerja sama praktis.
Jembatan baru di perbatasan China dan Korea Utara itu diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan dan orang.
Di wilayah yang berdekatan, telah disiapkan fasilitas pemeriksaan perbatasan, bea cukai, dan karantina yang diharapkan dapat mendorong hubungan ekonomi kedua negara.