"Hanya satu menginginkan bahwa dengan silaturahmi semuanya menjadi rekat. Karena persatuan dan kesatuan itu adanya di budaya dan kami pengemban, kami pewaris dan trah keturunan pengemban budaya," ujarnya.
Menurutnya, dengan budaya maka semuanya bisa bersatu. Ia mengaku melihat Keraton Kasunanan Surakarta untuk bersilaturahmi.
"Hanya dengan budaya kita bisa bersatu. Kita melihat adalah Kasunanannya, di kami di sini silaturahmi, tadi kami siang dan menghadiri undangan dan di sini kami silaturahim. Karena MAKN Majelis Adat Kerajaan Nusantara itu adalah persatuan kerajaan-kerajaan yang sangat di Nusantara," ungkapnya.
Ia mengaku membicarakan banyak hal dengan Paku Buwono XIV Purbaya. Apalagi dirinya sudah lama tidak bertemu.
"Silaturahim, uh, lama nggak pernah bertemu. Itu aja. Kami sudah lama dan kami menganggap di sini keluarga. (Acara tadi siang dapat undangan?) Undangan kami kan MAKN kebetulan juga ketemu MAKN-nya kan adalah Kanjeng Wirabhumi. Jadi kami ini para raja-raja mengedepankan silaturahmi, karena anggota Kasunanan adalah anggota MAKN, Kasunanan itu DK (Dewan Kerajaan)," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, upacara adat Jumenengan Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi dihadiri sejumlah raja Nusantara. Perwakilan dari Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman juga hadir.
Dari pantauan NadiKabar, dari Kasultanan Yogyakarta hadir adik Sultan Hamengku Buwono X, GPBH Prabukusumo, dan kerabat Kadipaten Pakualaman BPH Hario Danardono atau akrab disapa Mas Ireng.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan raja-raja Nusantara yang hadir mulai dari Yang Mulia Fiko dari Rote (Nusa Termani), perwakilan dari Jailolo, Buni Lampung, Mempawah, hingga beberapa delegasi dari Sulawesi.