Menurutnya, masyarakat tetap dapat terpapar polusi udara meski berada di rumah maupun di sekolah. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang penting.
"Walau bagaimana nggak mungkin populasinya kita pindahkan. Dia sekolah maupun tinggal di rumah sama saja, terkena eksposur terhadap udara," jelasnya.
Dia menekankan pentingnya penggunaan masker untuk menyaring partikel PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
"Yang penting harus pakai masker supaya partikel-partikel PM2.5-nya yang bahaya bisa tersedot, itu bisa tersaring," kata Budi.
Selain masker, Kemenkes juga telah mengirimkan oksigen konsentrator ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang sudah mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.