Mohan mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam perawatan Taman Loang Baloq. Namun, Mohan mendorong ada inovasi pengelolaan agar ruang publik tidak mati suri.
"Memang kondisinya seperti ini sekarang, event-event juga mulai agak berkurang. Tentu ini kan berdampak pada keramaian yang ada di situ. Nanti akan saya atensi masalah ini dan sampaikan ke dinas terkait," tegas Mohan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tengah mengkaji intervensi anggaran di tahun mendatang jika kondisi fiskal daerah sudah memadai. Hal ini dilakukan untuk merevitalisasi kembali kawasan Taman Loang Baloq agar kembali dikunjungi masyarakat hingga wisatawan.
"Kami lihat dahulu kondisi fiskal kami. Kalau misalnya memadai, tentu kami harus mengintervensi dalam bentuk anggaran," jelas Mohan.