Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Mataram, Cahya Samudra, menyebut tingkat kunjungan ke destinasi unggulan di Mataram mengalami penurunan. Cahya menduga warga Mataram lebih memilih nongkrong di kafe yang kini menjamur ketimbabg berwisata ke sejumlah destinasi.

"Tantangannya memang tongkrongan-tongkrongan ini makin banyak di Kota Mataram. Positifnya banyak titik spot (kafe) baru, tetapi ini membuat pengunjung terserap dan terbagi ke beberapa lokasi," kata Cahya, sebelumnya.

Selain itu, Cahya menilai minimnya kunjungan juga disebabkan adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada penyelenggaraan event pariwisata di Mataram. Kegiatan seperti Festival Reggae, Sunrise to Sunset hingga Festival Duren yang digelar tahun-tahun sebelumnya kini dipastikan absen.

"Tahun ini hanya ada peresean saja," ucapnya.