Retno mencatat setidaknya ada lima kendala yang masih menahan kemajuan pencapaian SDGs 6, yakni pembiayaan proyek air yang belum memadai, regulasi dan standar yang terfragmentasi, keterbatasan data dan keahlian teknis, belum optimalnya penerapan solusi dalam skala yang dibutuhkan, serta lemahnya koordinasi antar-pemangku kepentingan.
Oleh karena itu, Konferensi Air PBB 2026, yang akan digelar di Abu Dhabi pada Desember nanti, menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi SDGs 6.
Konferensi yang diselenggarakan bersama pemerintah Uni Emirat Arab dan Senegal itu diharapkan dapat menggerakkan agenda air global dari sekadar komitmen menuju aksi dan hasil nyata.
Bagi Indonesia, lanjut Retno, hal itu juga membuka peluang konkret untuk membawa pengalaman dan prioritas Indonesia ke dalam diskusi global.