"Sekaligus menghubungkan Indonesia dengan kemitraan, investasi, teknologi, dan pengetahuan yang dapat memperkuat ketahanan air, ketahanan pangan, layanan air yang andal, serta pertumbuhan berkelanjutan," ucapnya.

Dia juga mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan membangun agenda air global lebih berkelanjutan, lebih terhubung, dan lebih berfokus pada implementasi.

Menurutnya, tantangan dan solusi di sektor air telah banyak diketahui, tetapi langkah selanjutnya adalah memastikan solusi tersebut terhubung dengan investasi dan penguatan kapasitas.

"Dari Jakarta menuju Abu Dhabi dan seterusnya, mari kita bergerak dari pengakuan menuju implementasi dan dari komitmen menuju hasil nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat," ujar Retno.