NADIKABAR.COM — Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Air, Retno Marsudi, menekankan isu keamanan air tidak lagi semata-mata merupakan persoalan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi persoalan keamanan ekonomi, ketahanan pangan, dan nasional.
"Air memengaruhi bagaimana perekonomian tumbuh, bagaimana kota-kota kita berfungsi, bagaimana kita memproduksi pangan, serta bagaimana masyarakat menghadapi perubahan iklim," kata Retno saat menyampaikan pidato kunci di Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kota-kota, Retno mengatakan kebutuhan akan air juga terus meningkat. Sementara itu, pada saat yang sama, perubahan iklim dan pencemaran semakin menambah tekanan terhadap sumber daya air.
Oleh karena itu, dia menegaskan tantangan sektor air saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya air, tetapi juga memastikan berbagai solusi dapat diterapkan dengan skala dan kecepatan yang dibutuhkan.
Mantan menteri luar negeri RI itu juga menyerukan agar dunia perlu beralih dari sekadar merespons krisis air menuju pengelolaan air yang lebih bijaksana, serta mempersiapkan diri sebelum krisis terjadi.
Dia juga menekankan pentingnya memadukan air, transportasi, energi, perumahan, dan berbagai layanan perkotaan jika ingin menjadikan kota-kota menjadi lebih tangguh dan layak huni, serta memobilisasi pembiayaan, inovasi, dan talenta.
Retno mengatakan bahwa sebenarnya dunia telah memiliki banyak solusi. Namun, tantangannya berada pada bagaimana membawa solusi-solusi tersebut ke skala lebih besar.
"Artinya, kita perlu menjadikan sektor air sebagai prioritas investasi, mengembangkan proyek-proyek yang mampu menarik pembiayaan, serta memperkuat keterampilan, kelembagaan, dan inovasi yang dibutuhkan untuk mewujudkannya," ucapnya.
Dia juga menambahkan pemerintah dan sistem PBB tidak bisa sendirian dalam mewujudkan aksi di bidang air, sehingga perlu kemitraan yang kuat dan bertanggung jawab dengan sektor swasta.
"Tambahan pembiayaan saja tidak cukup. Kita membutuhkan kondisi tepat dan kapasitas memadai agar investasi dapat berjalan dan memberikan hasil," ujarnya.