NADIKABAR.COM — Direktur Utama (Dirut) Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, hasil uji menunjukkan konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBtu per ton amonia, dan menghemat biaya produksi hingga 14,3 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp228 miliar per tahun.

"Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional," kata Rafli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, PT Pupuk Kaltim bersama Casale SA menandatangani deklarasi bersama atas keberhasilan kinerja proyek Revamping Ammonia Pabrik-2. Kedua pihak secara resmi menyatakan bahwa proyek telah memenuhi target kinerja yang disepakati.

Ia mengatakan bahwa dalam uji kinerja selama 168 jam berturut-turut pada Agustus 2026, Ammonia Pabrik-2 mencatat penurunan konsumsi energi lebih dari 10 persen, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi amonia harian sebesar 4,18 persen. Uji tujuh hari tersebut merupakan tonggak penting proyek revamping.

Selama pengujian, kata dia lagi, pabrik beroperasi terus-menerus dan kinerjanya diukur terhadap target yang disepakati antara Pupuk Kaltim dan Casale, pemegang lisensi teknologi pabrik amonia asal Swiss.