Akan tetapi, setelah menuai kecaman di dunia maya, para pejabat menghapus ketentuan mengenai pendonor di bawah usia 18 tahun dari draf revisi yang diterbitkan. Pemerintah menyatakan telah menerima masukan dari para anggota parlemen bahwa hanya mereka yang sudah dewasa secara hukum yang diperbolehkan mendonorkan organ tubuhnya.

Meski perbedaan pendapat sangat dibatasi di Vietnam yang menganut sistem komunis, penolakan publik kali ini berfokus pada pertanyaan apakah persetujuan orang tua benar-benar dapat melindungi anak dari tekanan atau eksploitasi.

Kritik juga tertuju pada survei yang melibatkan anak-anak sekolah, bahkan yang berusia tujuh tahun, yang dilakukan pada bulan Oktober untuk menjaring masukan terkait rancangan undang-undang tersebut.

Menurut media pemerintah Tuoi Tre News, jajak pendapat itu memicu pertanyaan apakah anak di bawah umur mampu memahami isu-isu medis, hukum, dan etika yang kompleks.

Media tersebut menyatakan bahwa "ketentuan yang mengizinkan anak di bawah umur untuk mendaftar sebagai pendonor organ setelah meninggal dunia telah memicu kontroversi besar dan perbedaan pendapat di tengah masyarakat."