"Kelas ini direhabilitasi mulai dari atap, rangka baja, plafon, jendela, hingga keramik. Kami juga melakukan peninggian sekitar 30 sentimeter karena kalau tidak ditinggikan, bangunan akan kembali berisiko terdampak banjir," ujar Masri dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

Revitalisasi SMPN 2 Trumon Timur ini didukung anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp3 miliar. Setelah fasilitas mebel tiba dan proses serah terima selesai, siswa ditargetkan dapat kembali menggunakan ruang kelas pada November 2026.

Perkembangan serupa juga terlihat di SMPN 4 Trumon Timur. Progres revitalisasi sekolah tersebut telah mencapai sekitar 98 persen dan hanya menyisakan pemenuhan fasilitas mebel sebelum seluruh ruang dapat kembali digunakan.

"Alhamdulillah, tahap pembangunan sudah mencapai hampir 98 persen. Saat ini kami tinggal menunggu kedatangan mebel," tutur Kepala SMPN 4 Trumon, Timur Kamaluddin.