Oleh karena itu, pengembangan kawasan tersebut akan disertai perubahan teknologi budi daya untuk mengatasi berbagai faktor pembatas produktivitas.

Selain revitalisasi tambak Pantura, KKP juga mengembangkan kawasan budi daya udang terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan luas rencana mencapai 2.000 hektare.

Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mencakup penyediaan benih, fasilitas pembenihan, pakan, kegiatan produksi, hingga pengolahan hasil perikanan. Program itu diproyeksikan menyerap sekitar 5.424 tenaga kerja.

KKP juga mengembangkan budi daya ikan darat tematik melalui teknologi Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) dan minapadi. Mini RAS ditargetkan berkembang di 40.000 lokasi hingga 2029.

Untuk pengembangan Mini RAS itu, KKP memperkirakan dibutuhkan 8.000 orang sebagai tenaga pengelola dan 40.000 orang untuk kegiatan pembangunan.