Ridho mengatakan berbagai program tersebut membutuhkan SDM dengan kompetensi teknis produksi, penguasaan teknologi budi daya modern, serta manajemen usaha, termasuk pemasaran dan kewirausahaan.

Ia mengusulkan penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi kelautan dan perikanan KKP, penyiapan tenaga kerja terampil, dan penguatan kerja sama dengan industri untuk mendukung kebutuhan SDM dalam pelaksanaan program prioritas perikanan budi daya.

Adapun KKP telah membentuk Ocean Institute of Indonesia (OII) melalui penggabungan 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah kementerian tersebut sebagai bagian dari transformasi pendidikan kelautan dan perikanan.

Saat ini, terdapat sekitar 5.955 peserta didik pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di lingkungan OII, yang terdiri atas 5.074 peserta pendidikan tinggi dan 881 peserta pendidikan menengah.