"Keinginan masyarakat untuk berkunjung ke Kabupaten Aceh Tengah sebenarnya besar. Namun, mereka masih sangat waswas terhadap kondisi jalan menuju Aceh Tengah," kata Erwin.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Jumadil Enka mengatakan kebangkitan pariwisata mulai terlihat dari meningkatnya okupansi hotel dan aktivitas restoran. Untuk memperkuat tren tersebut, pemerintah daerah menargetkan rata-rata masa tinggal wisatawan meningkat dari dua hari menjadi sedikitnya empat hari.
Perpanjangan masa tinggal diharapkan memperluas belanja wisatawan pada penginapan, kuliner, rekreasi, transportasi, dan produk UMKM. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menargetkan penerimaan daerah dari sektor pariwisata meningkat dari sekitar Rp3-4 miliar pada 2025 menjadi Rp15-20 miliar.
"Kalau kita bicara target PAD, hari ini kami akan meningkatkan pajak hotel, restoran, dan rekreasi. Saat ini mungkin baru Rp3-4 miliar. Ke depan kami berharap menjadi Rp15-20 miliar dari sektor hotel, restoran, dan hiburan," kata Jumadil.