"Ketika masyarakat datang ke kantor polisi, mereka berharap mendapatkan pertolongan, bukan kerumitan. Ketika membutuhkan bantuan, masyarakat ingin polisi hadir dengan cepat. Ketika menyampaikan kritik, masyarakat juga ingin didengar tanpa kehilangan kewibawaan. Ini prinsip pelayanan publik yang sangat penting," tutur Reza.

Reza juga mengapresiasi atas ungkapan Kapolri terpilih yakni 'ketika kejahatan mengancam, polisi hadir paling depan dengan keberanian dan profesionalisme.

Menurutnya, itulah makna 'Polisi Bersama Masyarakat': hadir untuk melindungi, dekat untuk mengayomi, cepat untuk melayani, adil dan menegakkan hukum, terbuka untuk diawasi, dan adaptif menghadapi perubahan.

"Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak, melainkan karena hadir bersama rakyat ketika negara dibutuhkan. Karena bagi Jenderal Suyudi, menjadi polisi adalah kehormatan, memimpin Polri adalah amanah, dan mengabdi bersama masyarakat adalah tujuan," ucap Reza mengutip kembali ungkapan Suyudi dalam Fit and Proper Test di Komisi III DPR RI.

Reza juga mengapresiasi cara pendekatan sederhana Suyudi yang tidak ingin anak-anak takut kepada polisi. "Pendekatannya sederhana ketika seorang anak melihat polisi ia merasa aman, bukan takut. Kami RFG sangat mendukung cara pendekatan Jenderal Suyudi seperti itu," tegas Reza.

"Polri yang kuat adalah Polri yang mendapatkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, pendekatan 'Polisi Bersama Masyarakat' menjadi penting untuk terus membangun hubungan yang sehat antara kepolisian dan rakyat," tambahnya.

Di sisi lain, Reza menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kepemimpinan Listyo selama memimpin Korps Bhayangkara.