"Kalau saudara sekolah hanya sekadar untuk mendapatkan ijazah, dan kemudian saudara merasa selesai walaupun saudara menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3.98 maka saudara selesai pada hari ini. Sementara teman-teman saudara yang IPK-nya di bawah itu akan mengatakan 'saya baru memulainya'," katanya.

Kini, seseorang tanpa gelar sudah bisa selangkah lebih maju. Rhenald membagikan kisah bagaimana orang-orang tanpa gelar mampu menciptakan inovasi luar biasa.

Ia mencontohkan, ada seorang Hafiz Al-Qur'an yang mampu menandingi seorang PhD dalam riset farmasi. Ia adalah seorang pedagang ikan hias di Jatinegara yang melakukan pengeditan DNA ikan secara mandiri.

"Para sarjana tengah asyik mencari pekerjaan, tengah asyik membuat CV, sementara mereka (praktisi mandiri) mengembangkan produk-produk baru dan diam-diam menciptakan pasar," tuturnya.