NADIKABAR.COM — Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam Leader's Plenary pada Pre-COP Leader's Event di Fiji, Selasa (6/10/2026).

Jumhur mengatakan Indonesia telah menyampaikan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai arah menuju NZE 2060 atau lebih cepat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menilai agenda penurunan emisi perlu tetap berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan ketahanan masyarakat.

"Kami mempercepat aksi iklim di seluruh sektor ekonomi melalui FOLU Net Sink 2030, mengurangi emisi dari limbah dan metana, serta melakukan transformasi industri-baik melalui dekarbonisasi industri yang sudah ada maupun pengembangan industri rendah karbon sejak tahap perancangannya," kata Jumhur dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Ia menegaskan transisi energi Indonesia harus berlangsung secara adil, teratur, dan berpusat pada masyarakat, sembari memperkuat ketahanan energi, keterjangkauan, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan.