NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Indonesia memberikan pelatihan kebijakan perdagangan kepada enam negara Afrika sebagai upaya memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas antara Indonesia dan kawasan tersebut.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan, program tersebut merupakan bagian dari South-South and Triangular Cooperation yang saat ini diikuti oleh 16 peserta dari Rwanda, Mozambik, Tanzania, Sudan Selatan, Somalia, dan Ethiopia

Dirinya yang membuka pelatihan tersebut di Jakarta, Senin menyampaikan, program ini berlangsung sekitar 10 hari dengan materi mencakup fasilitasi perdagangan, pengembangan ekspor, negosiasi perdagangan, promosi, pemberdayaan usaha kecil dan menengah, serta kerja sama regional.

Menurut Djatmiko, para peserta juga akan mengunjungi sejumlah instansi pemerintah, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Sekretariat ASEAN untuk mendalami kebijakan Indonesia dan pengalaman kerja sama kawasan.

β€œKita harapkan dengan adanya kegiatan ini akan lebih mempererat hubungan Indonesia dengan kawasan Afrika,” ujarnya.

Ia menilai Afrika merupakan kawasan yang memiliki potensi besar dari sisi jumlah penduduk, perdagangan, investasi, dan sumber daya. Oleh karena itu, Indonesia perlu membangun kerja sama yang strategis dan komprehensif dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Djatmiko juga menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas kerja sama capacity building dengan negara-negara Afrika, termasuk di bidang pendidikan vokasi. Salah satunya melalui Akademi Metrologi dan Instrumentasi yang berada di bawah Kementerian Perdagangan.

β€œKami menawarkan kepada kawan-kawan dari negara sahabat Afrika, apabila ingin juga mengirim murid-muridnya atau mahasiswanya ke sini, kita terbuka untuk menjajaki hal tersebut,” katanya.

Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, Indonesia terus memperluas kerja sama perdagangan dengan Afrika melalui pembahasan berbagai perjanjian dagang bilateral.

Katanya, Indonesia telah menjalankan Indonesia-Mozambik Preferential Trade Agreement (PTA) dan menyelesaikan perundingan PTA dengan Tunisia.

Untuk memperkuat promosi produk nasional, Kementerian Perdagangan memiliki dua Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), yakni di Johannesburg, Afrika Selatan, dan Lagos, Nigeria, serta memiliki Atase Perdagangan di Mesir.

Djatmiko menyampaikan keberadaan perwakilan tersebut diharapkan semakin mendukung promosi produk potensial Indonesia di pasar Afrika, termasuk makanan olahan, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, kertas, hingga otomotif.

β€œDengan keberadaan ketiga perwakilan dari Kementerian Perdagangan ini, kita harapkan itu memberikan daya dukung untuk kita bisa semakin gencar mempromosikan produk-produk potensial Indonesia di Afrika,” katanya.