Bagi Indonesia, peluang tersebut juga dinilai signifikan. Berdasarkan kajian jalur Indonesia menuju net zero diperkirakan menciptakan peluang investasi hingga 3,8 triliun dolar AS sampai 2050.

Anin mengatakan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menangkap peluang tersebut, mulai dari kekayaan mineral kritis, potensi energi terbarukan yang melimpah, pasar domestik yang besar, hingga perkembangan sektor kendaraan listrik, baterai, biofuel, dan panas bumi.

β€œHal tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dan membangun industri yang lebih bernilai tinggi dengan emisi karbon yang lebih rendah di dalam negeri,” kata Anin.

Anindya menyampaikan tiga prioritas yang perlu diperkuat Indonesia dalam mendorong transisi energi.

Pertama, transisi energi harus memperkuat daya saing dan ketahanan energi nasional. Transisi tersebut perlu menghadirkan energi yang andal, terjangkau, dan semakin rendah karbon sehingga dapat memperkuat industri, menarik investasi, serta menciptakan lapangan kerja.