Kedua, Indonesia perlu menangkap lebih banyak nilai tambah dari ekonomi energi bersih, dengan bergerak dari sekadar pemasok bahan mentah menuju industrialisasi hijau.

Ketiga, perlu upaya untuk memperkecil kesenjangan antara ketersediaan modal dan proyek yang siap dibiayai. Hal tersebut dapat dilakukan melalui regulasi yang lebih pasti, proyek yang kredibel, penguatan infrastruktur, serta mekanisme pembiayaan yang membuat investasi berkelanjutan layak dibiayai dalam skala besar.

“Di sinilah kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi sangat penting,” ujar Anin.

Lebih lanjut, Anin menegaskan, Kadin Indonesia terus mendorong semangat Indonesia Incorporated yang mempertemukan pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, investor, lembaga keuangan, dan mitra internasional untuk bergerak bersama dalam mendukung tujuan pembangunan nasional.