"Kami mendukung penuh upaya Pemerintah RI untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB, menjadi anggota DK ketika sistem sedang mengalami pergeseran seperti sekarang ini, adalah posisi strategis dan moment penting," kata Sukamta saat dihubungi, Senin (28/9/2026).

Sukamta berharap posisi tersebut membuat Indonesia ikut berperan menata sistem dunia lebih baik dan adil bagi semua pihak. Dia menyinggung kondisi PBB yang saat ini mulai diinggalkan oleh negara-negara penting.

"Semoga RI ikut berperan merumuskan dan menata sistem dunia berikutnya yang lebih baik dan adil bagi semua negara anggota PBB. Peran PBB yang tidak kehilangan kenadli penuhnya setelah negara negara penting mulai mengurangi iurannya dan meninggalkan PBB untuk kepentingan kepentingan strategisnya. Bagaimanapun PBB tetap menjadi tumpuan negara negara khususnya selatan global," ucap dia.

Dia juga berharap Indonesia bisa memainkan peran seperti saat dulu. "Semoga RI terus memainkan peran kesejarahannya setelah pendahulu-pendahulu kita berperan di dekade-dekade sebelumnya seperti KAA 1955 dan GNB, Asean, OIC dll," imbuh dia.

Sebelumnya, Sugiono mengumumkan Indonesia maju mencalonkan diri menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Sugiono mengingatkan kembali ajakan Presiden Prabowo Subianto dalam forum yang sama pada tahun lalu.

Hal itu disampaikan Menlu Sugiono saat berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB ke-81, New York, Amerika Serikat (AS). Sugiono mengatakan diplomasi Indonesia yang bebas aktif serta pengalaman misi kemanusiaan dan perdamaian dunia, menjadi landasan Indonesia mengajukan diri calon anggota tidak tetap DK PBB.