"Yang Mulia Presiden, dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030," kata Sugiono di hadapan delegasi dari berbagai negara seperti dilihat di video akun YouTube Kemlu RI, Minggu (27/9).
Dalam pidatonya, Sugiono menyampaikan komitmen Indonesia untuk memupuk persatuan, memajukan perdamaian dunia, serta membangun kembali kepercayaan terhadap sistem multilateral dan menjaga saluran dialog tetap terbuka.
Menurut Sugiono, memajukan perdamaian menuntut untuk menjunjung tinggi hukum internasional dan memanfaatkan secara efektif sarana yang tersedia bagi kita. Jika terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB, Sugiono mengatakan Indonesia akan merangkul seluruh pihak.
"Indonesia akan berupaya menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesamaan pandangan, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata," ujar Sugiono.
Selain itu, Sugiono mengatakan Indonesia akan secara konsisten menjunjung tinggi Piagam PBB demi memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Sugiono mengatakan Indonesia akan menjalin hubungan dengan semua pihak dan menjaga kerja sama terbuka, seperti pesan Prabowo pada tahun lalu di forum yang sama.
"Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto di podium ini pada tahun lalu: seribu kawan masih terlalu sedikit, dan satu musuh sudah terlalu banyak. Pendekatan yang sama menjadi pedoman interaksi Indonesia dengan semua mitra. Melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MIKTA, dan PBB, Indonesia akan memperluas persahabatan demi mewujudkan kerja sama yang nyata," ucap Sugiono