NADIKABAR.COM — Peneliti Junior Center for Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Imas Damayanti menyatakan konflik berlarut yang terjadi di Timur Tengah (Timteng), khususnya wilayah Teluk membawa dampak buruk bagi perekonomian Indonesia secara langsung maupun tidak langsung.
Meski demikian, dia melihat, konflik tersebut juga menciptakan pergeseran modal dari wilayah Teluk dan membuka peluang investasi masuk bagi Indonesia.
"Terlepas dari dampak yang bertubi-tubi dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah, Indonesia harus menyambut peluang dari kondisi ini. Capital flight dari Gulf States yang selama ini dianggap sebagai safe heaven oleh para investor, harus berhasil kita relokasi masuk ke Indonesia," kata Imas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, ketegangan yang terjadi di Timur Tengah dan juga wilayah Teluk belum menunjukkan tanda penyelesaian yang konkret. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi keberlanjutan modal yang menggerakkan roda perekonomian negara di kawasan tersebut.