Dia menyebutkan, sejumlah perusahaan multinasional yang sebelumnya berencana mendirikan kantor pusat regional (Regional HQ) di Riyadh dan Dubai mulai melirik wilayah yang lebih aman, seperti Asia Tenggara.
"Dalam hal ini, kita boleh percaya diri, karena Indonesia pun termasuk negara di kawasan ASEAN yang relatif aman dan terhindar dari konflik maritim maupun udara," ujarnya.
Oleh karena itu, Imas mendorong agar pemerintah menangkap peluang ini sesegera mungkin, jangan sampai Indonesia kehilangan momentum dalam menarik capital inflow yang berkorelasi dengan penguatan nilai tukar rupiah, pertumbuhan pasar, dan stimulus pembangunan nasional.