NADIKABAR.COM — Pemerintah Republik Indonesia (RI) mendorong kerja sama ASEAN dan Jepang dalam menghadapi ancaman siber lintas batas, pada 3rd ASEAN-Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA) Conference, di Bangkok, Thailand, Kamis.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Nugroho Sulistyo Budi menyoroti perkembangan Agentic AI yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi keamanan siber.
"AI tidak hanya berperan sebagai alat pertahanan (shield), tetapi juga dapat menjadi sasaran serangan (target) maupun dimanfaatkan sebagai instrumen serangan (weapon)," tutur Nugroho dalam kesempatan tersebut, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta.
Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan (AI) yang memiliki otonomi tinggi untuk merencanakan, mengambil keputusan, dan mengeksekusi tugas secara mandiri guna mencapai tujuan tertentu.
Untuk mengantisipasi risikonya, menurut dia, diperlukan penguatan tata kelola AI, penerapan prinsip Security by Design, serta pengelolaan risiko secara proaktif guna membangun ekosistem digital yang aman dan tangguh.