Kepala BSSN pun menekankan pentingnya tiga pilar kerja sama regional, yaitu collaboration (kolaborasi), capacity (kapasitas), dan connectivity (konektivitas).
Ketiganya, kata dia, menjadi landasan untuk memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kapasitas, dan mempererat koordinasi antarnegara dalam menghadapi ancaman siber lintas batas.
Partisipasi Indonesia dalam forum tahunan tersebut menegaskan komitmen BSSN untuk terus mendorong kerja sama ASEANβJepang dalam memperkuat ketahanan siber kawasan, termasuk menghadapi risiko keamanan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi AI.
βCyber threats know no borders, resilience must be built together. Ancaman siber tidak mengenal batas negara, karena itu kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci untuk mewujudkan ruang digital yang aman, terpercaya, dan tangguh," ungkapnya.
AJCCA Conference merupakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan badan siber dan kementerian yang menangani keamanan siber, asosiasi industri keamanan siber, akademisi, serta praktisi dari negara-negara ASEAN dan Jepang.