NADIKABAR.COM — Indonesia akan ekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak Malaysia. Ini sekaligus membuka potensi ekspor ke negeri jiran hingga 200.000 ton dengan nilai Rp 3,4 triliun.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa ekspor perdana ke Malaysia ini merupakan perkembangan positif bagi sektor pangan nasional. Indonesia mulai memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur di tengah upaya menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat.

Peningkatan produksi memberi ruang bagi Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem pangan global. Proyeksi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2026/2027 mencapai sekitar 38,6 juta ton, meningkat 4,6 juta ton dibandingkan produksi sebesar 34 juta ton pada 2024/2025.