NADIKABAR.COM β Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui perwakilan setempat mengintensifkan upaya pelindungan kepada para WNI di Arab Saudi menyusul eskalasi ketegangan kawasan yang berdampak hingga ke dalam negeri.
Menurut Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah terus melanjutkan pemantauan terhadap situasi keamanan setempat serta keselamatan WNI usai meningkatnya serangan rudal dan drone dari Yaman ke sejumlah titik di Arab Saudi.
"Kedua Perwakilan RI terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI,β kata Heni melalui pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan laporan terkini dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, dipastikan belum ada WNI yang menjadi korban langsung akibat serangan yang mengenai titik di Arab Saudi.
"Belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut,β ucap dia.
Adapun terkait operasional penerbangan, Heni berkata bahwa menurut pantauan KJRI Jeddah pada 6--8 Oktober, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah masih relatif terkendali, dengan 93 persen lebih penerbangan terjadwal tetap beroperasi.
Meski demikian, perkembangan keamanan yang dinamis berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Ia pun memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi serta mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi.
Sebelumnya, KBRI Riyadh telah menerbitkan imbauan situasi keamanan tertanggal 9 Oktober yang mengimbau para WNI untuk tetap berada di lokasi yang aman serta mematuhi arahan keselamatan dari otoritas setempat.
βKBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,β demikian pernyataan KBRI Riyadh dalam media sosial Instagram pada Jumat.
Ketegangan di Timur Tengah mengalami eskalasi akibat meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis.
Menurut laporan Xinhua, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terbaru oleh Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi, kata otoritas Arab Saudi pada Rabu (7/10).
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan serangan tersebut menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi barat daya dan Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).