NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI bersama Pemerintah Jepang membuka peluang kolaborasi di bidang mobilisasi mahasiswa dan pengembangan teknologi dalam rangka memperluas akses pendidikan internasional, memperkuat kapasitas peneliti, serta mendorong pengembangan riset.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan saat ini terdapat peluang peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi di Jepang, termasuk melalui perluasan akses informasi mengenai program studi berbahasa Inggris.

Menteri Brian juga menyinggung peluang pengembangan program joint degree atau gelar bersama, dan program doktoral di universitas Jepang untuk memperkuat mobilitas akademik serta kolaborasi antar-perguruan tinggi.

"Gagasan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut mengenai skema pendanaan dan pelaksanaannya," katanya.

Menteri Brian menyebut kolaborasi dengan Jepang menjadi landasan untuk memperluas penelitian bersama dan memperkuat kapasitas sains serta teknologi kedua negara. Salah satunya di bidang sumber daya mineral yang melibatkan mitra Jepang.

Pada bidang pengembangan teknologi, Kemdiktisaintek telah bertemu dengan pimpinan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang.

Menurut Brian, perguruan tinggi dan lembaga riset berpotensi berperan dalam pengembangan dan pengujian teknologi bersama mitra industri agar hasil riset dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi, menyambut baik peluang penguatan kemitraan tersebut. Di bidang riset, Dubes Ueno menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang telah mengadopsi 26 proyek melalui Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (Satreps).

Atsushi berharap penguatan kemitraan Indonesia-Jepang dapat berlanjut melalui mobilitas mahasiswa dan akademisi, program pendidikan kolaboratif, serta penelitian bersama.