NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyoroti masih tertinggalnya industri semikonduktor di Indonesia. Brian menyebut industri semikonduktor Indonesia masih kalah dengan industri semikonduktor Malaysia.

Brian mengatakan masih tertinggalnya industri semikonduktor ini karena hampir semau kebutuhan semikonduktor Indonesia berasal dari impor.

"Sampai sekarang mungkin 100% semikonduktor kita masih impor semua. Jadi memang kita masih tertinggal, suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus berlari. Bukannya tidak mungkin, karena negara tetangga kita Malaysia saja sudah bisa," ujar Brian dalam acara Peruri Digital Summit 2026, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Brian mengatakan bahwa yang membuat industri semikonduktor Malaysia lebih unggul dari Indonesia adalah kebijakan penggunaan chip pada kartu identitas elektronik (e-KTP) yang membuat mereka harus membangun industri tersebut.

Berbeda dengan Indonesia, Brian menyebutkan bahwa Indonesia juga telah memiliki program e-KTP, tetapi pengembangan industri itu tidak berjalan dan jadinya membuat industri Indonesia masih tertinggal dengan Malaysia.

"Malaysia itu salah satu pendongkrak majunya industri semikonduktor sebenarnya adalah kebijakan e-KTP Pak Dirut. Gegera e-KTP, karena penduduknya hanya 28 juta ya, kita 287 juta. Mereka membangun industri semikonduktor, industri chip. Nah mestinya kita e-KTP-nya sudah, tapi industri yang masih ketinggalan," ujarnya.

Atas kondisi itu, Dia berharap Perum Peruri bersama para pemangku kepentingan dapat mendorong pengembangan industri teknologi tinggi untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan teknologi nasional.

"Nah ini PR buat Pak Dirut Peruri bersama seluruh jajaran. Mari kita dorong, lahirnya industri-industri berteknologi maju," katanya.